Apakah Surga Merindukan Kita?



Apakah Surga Merindukan Kita? - Muara dari ibadah puasa Ramadhan adalah meningkatkan kualtias keimanan dan ketaqwaan seorang hamba terhadap sang khaliq Allahurabbi, dan balasan bagi hamba yang bertaqwa tidak lain dan tidak bukan hanyalah Surga.

Surga merupakan tempat terindah yang dijanjikan bagi umat islam yang beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT. Di dalamnya berisi keindahan, kenikmatan, dan kenyamanan, tempat dimana suatu kebahagiaan yang kekal (abadi) yang hanya dihuni dan Allah sediakan bagi hamba-hambanya yang taat kepada-Nya selama hidupnya di dunia. 

Yang tidak pernah terbayangkan sebelumnya, tapi tidak sembarang orang bisa masuk ke tempat mulia tersebut.

Hanya bekal berupa amal kebaikan saja yang bisa mengantarkan manusia untuk sampai ke sana (Surga). Tempat itu menjadi tujuan akhir dari kehidupan yang begitu dirindukan oleh manuisa. 

Setiap manusia tentu saja mengharapkan kebahagiaan hidup, terutama kebahagian yang hakiki. Yaitu kebahagiaan yang tidak hanya di dunia ini saja, tetapi yang abadi di alam akhirat kelak.

Kebahagiaan yang hakiki tersebut hanya dapat diraih apabila kita selalu taat kepada Allah SWT dan Rasulullah SAW. Balasan dari ketaatan tersebut adalah mendapatkan kehidupan yang penuh nikmat dari surga-Nya Allah SWT. Karena sejatinya masuk surga tentu jadi mimpi dari setiap orang yang beriman. 

Sepanjang hidupnya harus mendedikasikan diri untuk menjalankan ibadah dan amalan sholeh demi bisa meraih ridha Allah SWT. Sehingga kita dituntut untuk menggapainya, Sebagaimana Hadits Rasulullah SAW. 

الْجَنَّةُ مُشْتَاقَةٌ اِلَى أَرْبَعَةِ نَفَرٍ : تَا لِى الْقُرْانِ, وَحَافِظِ اللِّسَانِ, وَمُطْعِمِ الْجِيْعَانِ, وَصَا ئِمٍ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ. (رواه أبوداود والترمذي عن ابن عباس)

“Surga itu merindukan kepada 4 golongan: orang yang membaca Al Quran, orang yang menjaga lisan (ucapan), orang yang memberi makan orang yang sedang kelaparan, dan orang yang berpuasa pada bulan Ramadhan”. (HR. Abu Daud dan Tirmidzi dari Ibnu Abas)

Dari hadist diatas dijelaskan bahwa ada  4 golongan yang dirindukan surga antara lain sebagai berikut :

1. Orang yang senantiasa rajin membaca al Qur’an.

Al-Quran merupakan pedoman hidup manusia hingga akhir zaman. Jika manusia senantiasa selalu rajin membaca, memahami, dan mengamalkan kandungan ayat-ayat dalam Al-Quran, Allah telah menjanjikan bahwa dalam kehidupannya manusia akan selalu memperoleh kelapangan hidup dan tak terjebak dalam kesesatan. sebagaimana firman Allah SWT :

ذَٰلِكَ ٱلْكِتَٰبُ لَا رَيْبَ ۛ فِيهِ ۛ هُدًى لِّلْمُتَّقِينَ

“Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa”. (QS. Al-Baqarah : 2).

Orang yang rutin menyibukkan dirinya membaca Al-Qur’an mempunyai aneka macam keutamaan diantaranya :

a). Ahlul Qur’an adalah keluarga Allah dan manusia pilihan

Seperti yang tercantum dalam sebuah hadits,

انَّ لِلَّهِ أَهْلِينَ مِنْ النَّاسِ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ مَنْ هُمْ قَالَ هُمْ أَهْلُ الْقُرْآنِ أَهْلُ اللَّهِ وَخَاصَّتُهُ

Dari Anas bin Malik RA, Rasulullah SAW bersabda, “Sesungguhnya Allah mempunyai keluarga dari kalangan manusia.” Sahabat bertanya, “Siapa mereka ya Rasulullah?” Rasul menjawab, “Ahli Qur’an adalah ahlinya Allah dan kekhususan-Nya.” (HR. Ahmad).

b). Allah menyandingkan derajat ahlul Qur’an dengan para malaikat 

Dalam sebuah hadits, Rasulullah SAW bersabda:

الْمَاهِرُ بِالْقُرْآنِ مَعَ السَّفَرَةِ الْكِرَامِ الْبَرَرَةِ وَالَّذِي يَقْرَأُ الْقُرْآنَ وَيَتَتَعْتَعُ فِيهِ وَهُوَ عَلَيْهِ شَاقٌّ لَهُ أَجْرَانِ

“Orang yang lancar membaca Al-Qur’an akan bersama malaikat utusan yang mulia lagi baik, sedangkan orang yang membaca Al-Qur’an dengan tersendat-sendat lagi berat, maka ia akan mendapatkan dua pahala.” (HR. Muslim).

c). Al-Qur’an mengangkat kedudukan manusia di surga. 

Rasulullah SAW bersabda:

 يُقَالُ لِصَاحِبِ الْقُرْآنِ اقْرَأْ وَارْتَقِ وَرَتِّلْ كَمَا كُنْتَ تُرَتِّلُ فِي الدُّنْيَا فَإِنَّ مَنْزِلَتَكَ عِنْدَ آخِرِ آيَةٍ تَقْرَأُ بِهَا

“Akan dikatakan kepada pembaca Al-Qur’an “Bacalah dan naiklah (ke derajat yang tinggi), serta tartilkanlah sebagaimana kamu mentartilkannya ketika di dunia, karena kedudukanmu pada akhir ayat yang kamu baca.” (HR. Tirmidzi).

d). Ahlul Qur’an adalah orang yang selalu mendapat ketenangan, Rahmat, naungan malaikat, dan namanya selalu disebut-sebut Allah SWT.

Sebagaimana termaktub dalam sabda Rasulullah SAW:

مَا اجْتَمَعَ قَوْمٌ فِي بَيْتٍ مِنْ بُيُوْتِ اللهِ يَتْلُوْنَ كِتَابَ اللهِ وَيَتَدَارَسُوْنَهُ بَيْنَهُمْ إِلاَّ نَزَلَتْ عَلَيْهِمُ السَّكِيْنَةُ وَغَشِيَتْهُمُ الرَّحْمَةُ وَحَفَّتْهُمُ الْمَلاَئِكَةُ وَذَكَرَهُمُ اللهُ فِيْمَنْ عِنْدَهُ

Tidaklah berkumpul sebuah kaum di salah satu rumah Allah, lalu mereka membaca kitab Allah dan mempelajarinya, kecuali akan turun ketentraman kepada mereka, diliputi oleh rahmat, dikelilingi oleh para malaikat dan Allah akan menyebut mereka ke hadapan makhluk di sisi-Nya.” (HR. Muslim).

e). Al-Qur’an mengangkat derajat orang tua di akhirat 

Rasulullah SAWbersabda:

 مَنْ قَرَأَ الْقُرْآنَ وَعَمِلَ بِهِ أُلْبِسَ اللهُ وَالِدَيْهِ تَاجاً يَوْمَ الْقِيَامَةِ ضَوْءُهُ أَحْسَنُ مِنْ ضَوْءِ الشّمْسِ فِيْ بُيُوْتِ الدُّنْيَا فمَا ظَنُّكُمْ بِالَّذِيْ عَمِلَ بِهَذَا.

“Barang siapa membaca Al-Qur’an dan mengamalkannya, maka kedua orang tuanya akan dipakaikan mahkota pada hari kiamat yang cahayanya lebih indah daripada cahaya matahari di rumah-rumah di dunia ini. Maka apa pendapatmu tentang orang yang mengamalkannya?” (HR. Abu Dawud).

2. Orang yang selalu menjaga lisannya

Menjaga lisan dan menahannya atas perkataan yang tidak bermanfaat harus kita latih. Dan momen Ramadhan menjadi momen yang sangat tepat melaksanakan latihan ini, energi kita akan terkuras banyak jika hanya sibuk mengumbar perbincangan lisan saat Ramadhan. 

Maka diam menjadi lebih baik disamping menjaga dari kehabisan energi juga menjauhkan dari kesia-siaan.

Menjaga lisan membuat kita secara langsung menjaga puasa Ramadhan kita. Bukankah berpuasa tidak semata soal menahan makan dan minum atau selera? 

Ada nafsu termasuk nafsu berbicara yang tidak bermanfaat dan mungkin saja menimbulkan luka bagi orang lain yang juga harus dienyahkan.

Hikmah menjaga lisan dibulan Ramadhan

a). Mendapat jaminan surga

“Barangsiapa yang menjamin untukku apa yang berada di antara dua rahangnya dan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan) maka aku akan menjamin baginya al-jannah (surga).” (HR. Al-Bukhari)

b). Akan mendapat keutamaan dalam melaksanakan perintah Allah dan Rasul-Nya

“Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari akhir maka hendaklah ia berkata yang baik atau diam.” (HR. Al-Bukhari)

c). Diangkat derajatnya dan diberikan ridha atasNya 

“Sesungguhnya seorang hamba berbicara dengan satu kalimat dari apa yang diridhai Allah yang dia tidak menganggapnya (bernilai) ternyata Allah mengangkat derajatnya karenanya.” (HR. Al-Bukhari)

Keutamaan inilah yang perlu kita raih. Tidak akan rugi apabila kita menjalankan anjuran agama. Tidak akan kecewa kita apabila niat kita benar dalam menjaga lisan. 

Ingatlah bahwa lisan kita akan dimintai pertanggungjawaban di hari akhir kelak. Jangan membuat beban sendiri kelak di hari kiamat dengan lisan tak bertulang ini.

3. Orang yang memberi makan orang yang kelaparan.

Sedekah di bulan Ramadhan menjadi salah satu bulan terbaik untuk memperbanyak amal dan menuai pahala yang sangat berkelimpahan. 

Ada banyak amalan yang bisa dilakukan pada bulan ini supaya kita bisa menuai ganjaran yang sangat luar biasa dan salah satunya adalah memberi makan orang yang berpuasa sehingga sudah sepantasnya untuk kita lakukan di bulan Ramadhan ini.  

Keutamaan memberi makan orang yang berpuasa 

a). Mendapatkan Pahala Dari Orang Yang Berpuasa

“Siapa memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” (HR. Tirmidzi)

b). Memadamkan Panas Alam Kubur

“Sesungguhnya sedekah itu benar-benar akan dapat memadamkan panasnya alam kubur bagi penghuninya, dan orang mukmin akan bernaung dibawah bayang-bayang sedekahnya“. (HR. At-Thabrani)

c). Memanjangkan Umur

Sedekah yang dilakukan umat muslim pada umat muslim lainnya akan berguna untuk menambah umur dan bisa mencegah dari kematian yang buruk atau su’ul khotimah. 

Allah akan menghilangkan segala sifat dari orang tersebut dan juga kekafiran serta sifat bangga akan dirinya sendiri.

d). Pemisah Diri Dari Neraka

“Jauhkan dirimu dari api neraka walaupun hanya dengan (sedekah) sebutir kurma“. (Muttafaqun ‘alaih)

e). Mendapatkan Doa Dari Orang Yang Menyantap Makanan

Keutamaan lain yang bisa kita dapat saat memberi makan untuk orang berbuka puasa adalah doa dari orang yang sedang menyantap makanan yang kita berikan tersebut. 

Apabila orang yang kita beri makan tersebut mendoakan kita, maka doa tersebut sudah pasti akan terkabulkan karena doa orang yang sedang berpuasa adalah doa yang mustajab.

f). Menghapus Dosa

Seperti layaknya air yang memadamkan api, sedekah dengan cara memberi makan untuk orang berbuka puasa akan menghapus segala dosa yang sudah diperbuat orang yang bersedekah tersebut.

4. Orang yang berpuasa di bulan Ramadhan

Bulan Ramadhan adalah bulan yang mulia. Bulan ini dipilih  sebagai bulan untuk berpuasa dan pada bulan ini pula Al-Qur’an diturunkan. Sebagaimana Allah SWT, berfirman :

شَهْرُ رَمَضَانَ الَّذِي أُنْزِلَ فِيهِ الْقُرْآَنُ هُدًى لِلنَّاسِ وَبَيِّنَاتٍ مِنَ الْهُدَى وَالْفُرْقَانِ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَصُمْهُ

“Bulan Ramadhan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu, barangsiapa di antara kamu ada di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.” (QS. Al Baqarah : 185)

Bulan Ramadhan adalah Salah Satu Waktu Dikabulkannya Doa
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ لِلّهِ فِى كُلِّ يَوْمٍ عِتْقَاءَ مِنَ النَّارِ فِى شَهْرِ رَمَضَانَ ,وَإِنَّ لِكُلِّ مُسْلِمٍ دَعْوَةً يَدْعُوْ بِهَا فَيَسْتَجِيْبُ لَهُ

“Sesungguhnya Allah membebaskan beberapa orang dari api neraka pada setiap hari di bulan Ramadhan,dan setiap muslim apabila dia memanjatkan do’a maka pasti dikabulkan.” (HR. Al Bazaar sebagaimana dalam Mujma’ul Zawaid dan Al Haytsami mengatakan periwayatnya tsiqoh/terpercaya. Lihat Jami’ul Ahadits, Imam Suyuthi).

Terdapat Malam yang Penuh Kemuliaan dan Keberkahan

Pada bulan Ramadhan terdapat suatu malam yang lebih baik dari seribu bulan yaitu lailatul qadar (malam kemuliaan). Pada malam inilah -yaitu 10 hari terakhir di bulan Ramadhan- saat diturunkannya Al Qur’anul Karim.

Allah ta’ala berfirman,

إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ – وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ – لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Quran) pada lailatul qadar (malam kemuliaan). Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan.” (QS. Al Qadr : 1-3)

Keutamaan Orang yang berpuasa dibulan Ramadhan

a). Bagi Orang yang Berpuasa akan Disediakan Ar Rayyan

Sahl bin Sa’d radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ فِى الْجَنَّةِ بَابًا يُقَالُ لَهُ الرَّيَّانُ ، يَدْخُلُ مِنْهُ الصَّائِمُونَ يَوْمَ الْقِيَامَةِ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ ، يُقَالُ أَيْنَ الصَّائِمُونَ فَيَقُومُونَ ، لاَ يَدْخُلُ مِنْهُ أَحَدٌ غَيْرُهُمْ ، فَإِذَا دَخَلُوا أُغْلِقَ ، فَلَمْ يَدْخُلْ مِنْهُ أَحَد

“Sesungguhnya di surga ada sebuah pintu yang bernama  Ar-Royyaan. Pada hari kiamat orang-orang yang berpuasa akan masuk surga melalui pintu tersebut dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Dikatakan kepada mereka,’Di mana orang-orang yang berpuasa?’ Maka orang-orang yang berpuasa pun berdiri dan tidak ada seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut kecuali mereka. Jika mereka sudah masuk, pintu tersebut ditutup dan tidak ada lagi seorang pun yang masuk melalui pintu tersebut”. (HR. Bukhari dan Muslim).

b). Orang yang Berpuasa akan Mendapatkan Pengampunan Dosa

Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barangsiapa yang berpuasa di bulan Ramadhan karena iman dan mengharap pahala dari Allah maka dosanya di masa lalu pasti diampuni”. (HR. Bukhari dan Muslim)

c). Bau Mulut Orang yang Bepuasa Lebih Harum di Hadapan Allah pada hari Kiamat.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

قَالَ اللَّهُ : كُلُّ عَمَلِ ابْنِ آدَمَ لَهُ إِلاَّ الصِّيَامَ ، فَإِنَّهُ لِى ، وَأَنَا أَجْزِى بِهِ . وَالصِّيَامُ جُنَّةٌ ، وَإِذَا كَانَ يَوْمُ صَوْمِ أَحَدِكُمْ ، فَلاَ يَرْفُثْ وَلاَ يَصْخَبْ ، فَإِنْ سَابَّهُ أَحَدٌ ، أَوْ قَاتَلَهُ فَلْيَقُلْ إِنِّى امْرُؤٌ صَائِمٌ . وَالَّذِى نَفْسُ مُحَمَّدٍ بِيَدِهِ لَخُلُوفُ فَمِ الصَّائِمِ أَطْيَبُ عِنْدَ اللَّهِ مِنْ رِيحِ الْمِسْكِ ، لِلصَّائِمِ فَرْحَتَانِ يَفْرَحُهُمَا إِذَا أَفْطَرَ فَرِحَ ، وَإِذَا لَقِىَ رَبَّهُ فَرِحَ بِصَوْمِهِ

“Allah berfirman, 'Setiap amal anak Adam adalah untuknya kecuali puasa. Puasa tersebut adalah untuk-Ku dan Aku yang akan membalasnya. Puasa adalah perisai. Apabila salah seorang dari kalian berpuasa maka janganlah berkata kotor, jangan pula berteriak-teriak. Jika ada seseorang yang mencaci dan mengajak berkelahi maka katakanlah, 'Saya sedang berpuasa’. Demi Dzat yang jiwa Muhammad berada di tangan-Nya, sesungguhnya bau mulut orang yang berpuasa lebih harum di sisi Allah pada hari kiamat daripada bau misk/kasturi. Dan bagi orang yang berpuasa ada dua kegembiraan, ketika berbuka mereka bergembira dengan bukanya dan ketika bertemu Allah mereka bergembira karena puasanya'." (HR. Bukhari dan Muslim).

Itulah ke empat golongan yang dirindukan oleh surga, semoga kita termasuk kategori orang yang di rindukan oleh Surganya Allah SWT. oleh karena itu marilah kita senantiasa berlomba-lomba untuk meraih ridho Allah swt, serta menjadi orang yang kelak di rindukan oleh surga. 

Karena sungguh kenikmatan yang kekal dan abadi serta kenikmatan yang amat yang tidak akan ditemukan di dunia adalah kenikmatan surga yang Allah berikan kepada hambanya yang beriman dan bertaqwa.