Epitaf

suatu hari, di hari kau melamunkan senja.

beberapa kala datang berbondong-bondong, menimpamu dengan ribuan tanya.
mata kau menerawang, mengingat lagu masa kanak-kanak, 
menyusuri kabar tentang kibar bendera berbalut kafan, 
lantas kau lihat mata-mata yang bersih oleh air mata mereka sendiri.

di tepi jalan. meminta sumbangan.

di ujung musim dingin, sebelum 
kau pergi dari kota ini dengan sengaja. 
merencanakan pisah. melubangi ujung jariku dengan penuh rasa salah. 
melepas amarah di kepala yang terjeramah. 
kau tanggalkan aku, yang gagal memintamu tinggal.

menahun kemudian. lidah kau kelu
tertahan membiru, sedang pandangan kau 
tak hendak lepas menyaksikan hatiku. 
dengan segala keperempuananku, 
terkubur di bawah batu nisan. kaku.

seolah tak punya keinginan untuk bangun. 
memeluk kau yang tertegun.

tertangkap sedang melamun.



Penulis : Oreo