Memaknai Keberadaan Teknologi Bagi Kehidupan Manusia Melalui Novel Dunia Anna



Novel dunia anna merupakan salah satu novel karangan dari Jostein Gaarder. Isi dari novel dunia anna sendiri menceritakan tentang kerusakan dunia yang semakin parah. Kerusakan menyebabkan kehidupan di dunia semakin carut marut terutama dalam lingkungan kehidupan manusia itu sendiri. Penyebab kerusakan diakibatkan adanya sifat keserakahan manusia yang semakin tidak dapat dikontrol dalam harapan dan tujuannya. Akibat dari kurangnya pengontrolan diri manusia berdampak pada kepribadian manusia yang merasa acuh ke pada dunia dan alamnya sendiri yang menyebabkan pemanasan global terus berjalan setiap waktunya.

Pemanasan global sendiri diakibatkan pada ulah penghuni bumi sendiri (manusia) yang mengakibatkan bumi mengalami peningkatan suhu. Peningkatan suhu di sini memberikan kabar hitam bagi kesehatan bumi sebab jika bumi mengalami pemanasan yang tidak normal maka dampak buruk terjadi pada bumi seperti adanya pencairan es di kutub dan bahkan menyebabkan kekeringan yang dapat dilihat dalam alur cerita novel dunia anna “Gunung-gunung es di bumi mencair, dan kondisi es di musim panas di Lautan Arktik tahun ini mencapai titik minimum. Tahun ini, kita telah mengalami bulan September terpanas sepanjang masa.” Alasan terjadinya pemanasan global sendiri disebabkan banyak faktor, namun penyebab utamanya adalah perkembangan teknologi.

Perkembangan teknologi sendiri memberikan persimpangan jalan bagi manusia, karena apabila manusia berada pada persimpangan jalan yang benar teknologi bisa memberikan manfaat yang berarti bagi kehidupannya. Prinsip dasar dari keberadaan teknologi sendiri sebagai komponen yang bisa memberikan kemudahan bagi kehidupan manusia dalam menjalani kehidupannya, akan tetapi jika manusia berada persimpangan jalan yang  keliru maka pemanfaatan teknologi menjadi kekacaun. Teknologi dalam penggunaan yang keliru bukan hanya sekadar merubah prinsip dari teknologi itu sendiri melainkan juga memberikan asumsi yang keliru dalam diri manusia.

Banyak peristiwa yang diberitakan jika pemanasan global diakibatkan pada kemajuan teknologi itu sendiri. Kemajuan teknologi yang tidak teratur berakibat pada penipisan lapisan atmosfer. Keberadaan teknologi pada bidang transportasi juga menjadi ulah manusia yang mengakibatkan bumi kehabisan jiwanya sebab kadar gas  yang berlebih pada lapisan bumi. Kondisi ini juga diperparah dengan meningkatnya industri yang tidak memikirkan dampak lingkungannya. Industri juga menjadi penyumbang dari kondisi penurunan kualitas bumi yang semakin minim, dari adanya pembuangan limbah ke air dan juga asap pabrik yang di buang ke udara tanpa memanfaatkan alat pembuangan yang  bisa menekan peredaran gas di bumi.

Meminjam dari pemikiran Karl Marx tentang eksploitsi dimana konsepnya keuntungan diterima dari kapitalis dengan mengeksploits tenaga pekerja (Prayoga & Handoyo, 2014). Konsep eksploitasi jika dianalisiskan pada fenomena pemanasan global yang disebabkan oleh teknologi dimana bumi dengan kekayaan sumber daya alamnnya terus dieksploitasi agar seseorang memperoleh sebuah keuntungan. Proses eksploitasi pada bumi terdapat pada alur cerita dunia anna dimana seorang kelompok perampok menyekap puteri dari Bejamin yang disebabkan oleh kelompok itu tidak ingin minyak di negaranya diambil untuk dieksploitasi. 

Kebahagiaan manusia dirasakan jika mereka bisa memperoleh nilai keuntungan dari tindakannya. Pemikiran itu membuat manusia menjadi lebih serakah dengan segala perbuatannya tersebut. Alasan dari pemikiran itu adalah konsep bahagia menurut fromm yaitu manusia hanya terjebak pada pemenuhan hasrat (Santoso, 2019). Pemenuhan hasrat belaka sudah tertanam pada jiwa manusia sehingga mereka hanya berupaya memperoleh keuntungan besar dengan tidak menyatunya pemikirannya pada alam. Pemikiran manusia yang tidak menyatu berakibat pada hilangnya identitas alam yang semakin terdegradasi saat ini. Sensitifitas manusia ke pada alam harus bisa berubah jika tidak sumber daya alam, flora dan fauna hanya terasa seperti resapan angin saja. Kondisi ini sudah ditemukan dalam novel dunia anna “Semua flora dan fauna sangat bergantung pada habitatnya masing-masing, dan ketika salah satu bagian dari alam terancam, seluruh spesies lain yang hidup di dalam ekosistem ini juga terancam.”

Rasa sensitif manusia pada alam tidak dapat disadarkan ini merupakan ancaman, sebab manusia selalu membutuhkan alam. Alam memberikan kebutuhan manusia namun manusia juga harus bisa memanfaatkan alam dengan sebaik mungkin dan merawatnya agar kepunahan tidak terjadi. Kepunahan saat ini sudah menjadi kursi panas yang setiap saat selalu ada flora dan fauna berada di garis merah. Merubah sensitif manusia pada alam harus merubah pola pemikiran manusia dan alam dari yang awalnya bersifat vertikal harus dirubah menjadi horizontal.

Keberadaan teknologi sendiri bukan hanya sekadar merusak kondisi bumi, tetapi juga bisa dimanfaatkan untuk merubah lingkungan yang tidak sehat lagi menjadi berubah hijau kembali. Pemakain teknologi yang bisa digunakan dari sini adalah media elektronik di mana keberadaa itu bisa memberikan informasi mengenai isu pemanasan global untuk menumbuhkan kesadaran dari manusia. Isu pemanasan global masih kalah tenar dengan berita dunia lainnya yang dianggap lebih menarik. Penggunaan teknologi juga bisa merubah wajah dunia yang sudah mulai tua renta dengan pemanfaatan teknologi ramah lingkungan demi menekan angka kerusakan lingkungan.

Inovasi ini sudah dibicarakan dalam dunia anna mengenai penggunaan teknologi “Aku bisa membayang mesin otomat hijau yang dipasang di tempat orang berkumpul. Kita bisa memasukkan kode spesies yang mau kita bantu. Bukan tidak mungkin menciptakan permainan yang berhubungan dengan pelestarian flora dan fauna.” Perubahan seperti itu yang harus dilakukan dalam mengendalikan teknologi yang ada saat ini. Kita harus menjauh dari kebudayaan konservatif dari teknologi yang mengurung hati dan pemikiran manusia. Kedua komponen itu merupakan kesatuan yang memiliki nilai penting dalam menggerakan raga manusia. 


Referensi
Gaarder, Jostein. (2018). Dunia Anna. Bandung: Mizan 
Prayoga, E. adi, & Handoyo, P. (2014). Eksploitasi Dan Alienasi Buruh Surveyor Di Lembaga Survei Produk “X” Di Surabaya. Paradigma, 2(1), 1–8.
Santoso, H. T. (2019). Revolusi Harapan. Yogyakarta: IRCiS0D.



Penulis : Akbar Mawlana
Blog : https://www.kompasiana.com/akbarmawlana