Stay At Home


Bismillahirrahmaanirrahiim
Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Segala puji dan syukur kita panjatkan kehadirat Allah Subhanahu Wa Ta’ala atas rahmat dan karuniaNya kita masih diberikan kesehatan dan keselamatan sampai hari ini. 

Izinkan saya penulis untuk mengucapkan dan mengingatkan kepada pembaca dan untuk pribadi penulis sendiri untuk selalu bertaqwa kepada Allah Subhanahu Wa Ta’ala dan shalawat serta salam selalu kita curahkan kepada junjungan kita Nabi Besar Muhammad Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam.

Disini penulis ingin berbagi kepada pembaca semua dalam keadaan yang sangat mengkhawatirkan seperti sekarang ini. Seluruh Indonesia, 34 provinsi sudah tertular wabah coronavirus, COVID-19 ( Corona Virus Disease 2019 ). 

Lebih dari 13.112 sudah dikonfirmasi positif, lebih dari 900 orang yang meninggal. COVID-19 merupakan penyakit yang pernapasan akut yang menular. 

Penularan virus ini melalui kontak langsung dengan penderita dan atau terkena percikan bersin atau batuk orang penderita atau tertular. Penularan virus ini sangat cepat, bisa juga melalui barang-barang dan benda yang terkontaminasi. 

Virus ini mampu bertahan berjam-jam di permukaan. Secara khusus, virus ini ditemukan terdeteksi selama satu hari di atas kardus, hingga tiga hari pada plastik dan stainless steel dan hingga empat jam pada 99% tembaga.

Banyak strategi pemerintah untuk menanggulangi penularan virus ini, dengan cara social distancing, physical distancing hingga melakukan lockdown

Dan bahkan kegiatan keagamaan pun dibatasi, seperti shalat berjamaah lima waktu di masjid dan shalat jum’at. Seluruh Indonesia, 34 provinsi ada yang Transmisi Lokal dan ada yang Kawasan Luar Biasa, ini artinya seluruh Indonesia berada dalam Red Zone pandemi Covid-19.

Vaksin untuk virus ini masih belum tersedia, para ilmuwan dan lembaga industri sedang berusaha untuk menemukannya. Ingatlah tidak sedikit dari tim kesehatan juga meninggal karena menangani pasien yg terkontaminasi.

Dengan artikel ini penulis ingin mengajak masyarakat seluruh Indonesia dimana pun berada untuk selalu berperilaku hidup sehat, dengan wajib cuci tangan dengan sabun selama dua puluh detik sebelum makan, menggunakan masker, tidak keluar rumah jika tidak ada kepentingan, melakukan physical distancing dan menaati peraturan pemerintah.

Penulis ingin ingatkan, dan ini merupakan bagian yang penting yaitu taati aturan pemerintah, taati pemimpin. Karena dengan taat akan aturannya kita bisa mengurangi penularan wabah ini.

Beberapa firman Allah Subhanahu Wa Ta’ala

Surah An-Nisaa : 59 yang artinya : “Hai orang-orang yang beriman taatlah kalian kepada Allah dan taatlah kalian kepada Rasul dan Ulil Amri kalian.”

Surah Al – Anfal : 46 yang artinya : “Daan taatlah kalian kepada Allah dan janganlah kalian saling berselisih, karena akan menyebabkan kalian akan menjadi lemah dan hilang kekuatan, dan bersabarlah. Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.”

Hadist Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam

Disebutkan dalam shahih Bukhari dan Muslim dari ‘Ubadah bin Shamit Radhiyallahu ‘anhu, dia berkata : “Kami berbai’at kepada Rasulullah untuk senantiasa mau mendengar dan taat kepada beliau dalam semua perkara, baik yang kami senangi ataupun yang kami benci, baik dalam keadaan susah atau dalam keadaan senang, dan lebih mendahulukan beliau atas diri-diri kami dan supaya kami menyerahkan setiap perkara-perkara itu kepada ahlinya. Beliau kemudian bersabda, ‘Kecuali jika kalian melihat kekafiran yang nyata dan bisa kau jadikan hujjah dihadapan Allah.’”

Beliau juga bersabda,

“Dengar dan taatlah kalian kepada pemimpin kalian walaupun dia seorang budak Habsy.” (HR. Bukhari)

Oleh karena itu, penulis mengajak pembaca seluruh Indonesia untuk mematuhi pemimpin kita demi keselamatan dan kebaikan kita dan orang sekitar kita. 

Ingatlah, pandemi ini sangat berbahaya.

Seorang ulama, Imam Al – Qadhi ‘Ali bin ‘Ali bin muhammad bin Abi al – Izz ad-Dimasqy rahimahullah ( terkenal dengan Ibnu Abil ‘Izz wafat th. 792 H) berkata : Hukum mentaati Ulil Amri adalah wajib (selama tidak dalam kemaksiatan) meskipun mereka berbuat zhalim, karena kalau keluar dari ketaatan kepada mereka akan menimbulkan kerusakan yang berlipat ganda dibanding dengan kezhaliman penguasa itu sendiri. Bahkan bersabar terhadap kezhaliman mereka dapat melebur dosa-dosa dan dapat melipat gandakan pahala.

Dengan kondisi seperti sekarang ini, apa salahnya kita mematuhi peraturan pemerintah, pemimpin, mereka yang lebih ahli dari pada kita, masyarakat biasa. 

Bekerja silahkan, tapi ingat keluar untuk hal yang tidak perlu mohon jangan dilakukan. Patuhi perintah, sayangi keluarga Anda.


Indonesia, 12 April 2020
Penulis : Nurhadi